Angels Blog

Welcome To Uwie Blog....

Kamis, 20 Januari 2011

CONTOH PRAKERIN




LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI
PERBAIKAN REM CAKRAM TOYOTA KIJANG AVANSA
DI PT. BENGAWAN ABADI MOTOR


 











Disusun Guna Memenuhi Tugas Praktik Kerja Industri
Pada Program Keahlian Teknik Otomotif

Disusun Oleh :
SLAMET GUNTORO
NIS.  


PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK OTOMOTIF
SMK MUHAMMADIYAH 2 ANDONG
2010/2011



i
 

PENGESAHAN



Laporan Praktik Kerja Industri di PT. Bengawan Abadi Motor telah disetujui dan disahkan untuk memenuhi syarat pelaksanaan Program Praktik Kerja Industri SMK Muhammadiyah 2 Andong Tahun Pelajaran 2010/2011.

Pada hari       :
Tanggal          :






Pembimbing Sekolah



Sunardi, S.Pd
Pembimbing  DU/DI



Mulyono

Mengetahui
Kepala Program Teknik Otomotif




Rohmad Afandi, S.Pd


PERSEMBAHAN


Laporan Praktik Kerja Industri ini, penyusun persembahkan kepada :
1.          Kepada kedua orang tua, yang telah membesarkan saya dan mendukung semua kegiatan sekolah saya.
2.          Kepada seseorang yang telah mendampingi saya selama saya menyusun laporan ini.
3.          Kepada teman-teman yang telah mendukung saya.
4.          Kepada pembimbing yang telah membantu saya dalam menyusun laporan ini.
5.          Kepada karyawan yang telah memberi tuntunan dan petunjuk dan ilmu pada waktu Praktik Kerja Industri.
6.          Kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.
7.          Kepada Bapak Ibu Guru SMK Muhammadiyah 2 Andong.
8.          Kepada pembaca yang berbahagia.  






MOTTO


1.      Tak ada kata sulit sebelum mencoba.
2.      Tekat, tekun, disiplin, jujur dan berdo’a adalah kunci keberhasilan.
3.      Kegagalan adalah kunci keberhasilan
4.      Berusaha saja tidak cukup bila tidak disertai dengan do’a.
5.      Percaya diri adalah cara untuk meraih kesuksesan.
6.      Buku adalah jendela dunia.
7.      Kepandaian adalah harta yang tidak dapat dinilai dengan uang.
8.      Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri kecuali sudah tiada harapan
9.      Jangan beranggapan bila mati diumur tua anggapan kita mati dihari esok.
10. Bawalah “bekal” bila engkau pergi
Bawalah “amal” jika engkau mati
“Gunakan waktu yang ada untuk berbuat baik”





KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Praktik Kerja Industri dan menulis laporan ini.
Praktik Kerja Industri adalah suatu kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh siswa Program Teknik Komputer dan Jaringan SMK Muhammadiyah 2 Andong dengan tujuan agar siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui kegiatan ini.
Dalam pelaksanaan Praktik Kerja Industri hingga penyusunan laporan ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.  Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat :
1.      Bapak Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Andong
2.      Bapak Ketua Program Teknik Otomotif.
3.      Bapak Koordinator Prakerin SMK Muhammadiyah 2 Andong.
4.      Bapak Agus Purwanto, selaku Pembimbing Praktik Kerja Industri.
5.      Bapak Suparjo selaku wali kelas.
6.      Bapak Sukadi selaku pemilik PT. Bengawan Abadi Motor.
7.      Seluruh karyawan PT. Bengawan Abadi Motor.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya sebagai penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan laporan ini. Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.


Andong,   …………….. 2010

Penulis

DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL ...............................................................................          i
PENGESAHAN.....................................................................................          ii
PERSEMBAHAN..................................................................................          iii
MOTTO ..................................................................................................          iv
KATA PENGANTAR.............................................................................          v
DAFTAR ISI...........................................................................................          vi
DAFTAR GAMBAR .............................................................................          viii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................          1
  1. Latar Belakang Masalah..........................................................          1
  2. Tujuan Pelaksanaan Praktik Kerja Industri.............................          1
  3. Manfaat Praktik Kerja Industri..................................................          2
  4. Pelaksanaan Praktik Kerja Industri.........................................          2
  5. Dasar Pemilihan Tempat Praktik Kerja Industri.....................          3
  6. Sasaran Praktik Kerja Industri.................................................          3
  7. Metode Pengumpulan Data.....................................................          4
  8. Pembatasan Masalah...............................................................          4
BAB II DESKRIPSI LOKASI PRAKERIN............................................          5
  1. Sejarah Singkat Berdirinya Praktik Kerja Industri.................          5
  2. Struktur Organisasi ..................................................................          6
  3. Denah Lokasi Prakerin.............................................................          7
  4. Ruang Lingkup Usaha..............................................................          7
  5. Disiplin Kerja.............................................................................          8
BAB III KAJIAN TEORI..........................................................................          9
  1. Uraian ........................................................................................          9
  2. Pokok Permasalahan...............................................................          9



BAB IV URAIAN HASIL PRAKERIN...................................................          10
  1. Identifikasi Kerusakan..............................................................          10
  2. Alat dan Bahan..........................................................................          10
  3. Cara Perbaikan ........................................................................          10
  4. Cara Pemeriksaan....................................................................          11
  5. Cara perawatan ........................................................................          11
BAB V PENUTUP.................................................................................          12
  1. Kesimpulan................................................................................          12
  2. Saran..........................................................................................          12
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................          13
LAMPIRAN.............................................................................................          14






DAFTAR GAMBAR
























Suspensi Belakang

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Dengan cepat tumbuh kembangnya dunia usaha dan daya saing kerja dalam dunia kerja, setiap sekolah dituntut untuk mengirim setiap siswanya untuk masuk ke dalam dunia kerja guna mengetahui kerasnya dunia kerja atau dunia indsutri.
Dari hal tersebut maka pihak SMK Muhammadiyah 2 Andong berkewajiban membekali siswanya dengan ketrampilan. Praktik salah satunya, yaitu dengan Praktik Kerja Industri. Dengan ini siswa dapat membuktikan teori yang di dapat di sekolah dengan dunia kerja sebenarnya. Selain itu siswa dituntut untuk mengembangkan ilmunya dengan adanya Praktik Kerja Industri.
SMK Muhammadiyah 2 Andong ingin siswanya lulus dari sekolah memiliki kemampuan yang ulet dalam dunia kerja. Maka dalam sistem kurikulum dimasukkan mata pelajaran Praktik Kerja Industri sebagai syarat wajib lulus. Untuk mewujudkan itu, maka pihak sekolah menggandeng pihak dunia usaha / industri.

B.    Tujuan Pelaksanaan Praktik Kerja Industri
1.      Tujuan Umum
Praktik Kerja Industri adalah agar siswa dapat mendalam serta menambah ilmu pengetahuan dalam bidang teknik otomotif. Diharapkan pula siswa dapat menambah kreatifitas dalam menyikapi perkembangan teknik otomotif.

2.      Tujuan Khusus
a.      Agar siswa dapat merasakan kerasnya dalam dunia usaha/ dunia insutri.
b.      Agar siswa dapat menerapkan teori yang di dapat di sekolah ke dunia usaha / dunia industri.
c.      Siswa dapat memperoleh wawasan baru dalam bidang teknologi.
d.      Agar siswa dapat menganalisa dan memecahkan masalah yang muncul di dunia usaha yang berkaitan dengan efektifitas dan efisiensi proses kerja maupun kerusakan dan perbaikan dalam bidang otomotif.

C.    Manfaat Praktik Kerja Industri
1.      Manfaat Bagi Siswa
a.      Siswa dapat meningkatkan kreatifitas dalam bekerja.
b.      Siswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang luas dalam bidang otomotif di dunia usaha / dunia industri.
c.      Siswa dapat mengetahui betapa kerasnya dalam dunia kerja/ dunia industri.

2.      Manfaat Bagi Perusahaan
a.      Siswa yang Prakerin di perusahaan dapat membantu pelaksanaan perbaikan di bidang otomotif, khususnya Tune-UP Konvensional Kijang 5K.
b.      Dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat karena ada tenaga tambahan.
c.      Dapat menyalurkan ilmu bagaimana caranya kerja di dunia usaha.

D.    Pelaksanaan Praktik Kerja Industri
1.      Tempat Pelaksanaan Praktik Kerja Industri
Adapun tempat pelaksanaan Praktik Kerja Industri adalah di PT. Bengawan Abadi Motor Jakarta.


2.      Waktu Pelaksanaan Praktik Kerja Industri
Adapun waktu pelaksanaan Praktik Kerja Industri adalah dari tanggal 02 Januari sampai dengan 28 Februari 2009.

E.     Dasar Pemilihan Tempat Praktik Kerja Industri
Tempat yang dipilih sebagai tempat Praktik Kerja Industri adalah PT. Bengawan Abadi Motor, karena ada beberapa faktor, antara lain :
1.      PT. Bengawan Abadi Motor adalah salah satu bengkel resmi di Jakarta.
2.      PT. Bengawan Abadi Motor adalah bengkel yang maju dan berkualitas.
3.      Di PT. Bengawan Abadi Motor siswa dapat menerapkan teori yang di dapat di sekolah dengan menggunakan SST dan keselamatan kerja.

F.     Sasaran Praktik Kerja Industri
Sasaran yang hendak dicapai selama pelaksanaan Praktik Kerja Industri adalah :
1.      Siswa mampu memecahkan masalah dan perbaikan di bidang otomotif.
2.      Menambah ilmu dan wawasan dalam bidang otomotif.
3.      Menerapkan teori yang di dapat di sekolah.

G.    Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam menyusun Laporan Praktik Kerja Industri ini ada beberapa cara diantaranya :
1.      Metode Observasi
Adalah metode pengumpulan data pada obyek dengan cara mengumpulkan berbagai informasi dengan cara terjun langsung ke tempat Praktik Kerja Industri untuk mengetahui bagaimana cara memperbaiki Rem Cakram Kijang Avansa Toyota.

2.      Metode Interview
Adalah metode pengumpulan data pada obyek dengan cara tanya jawab untuk mencari jawaban dalam penyelesaian masalah, dengan cara menanyakan hal-hal mengenai perbaikan dan perawatan Rem Cakram Kijang Avansa Toyota.  
3.      Metode Pustaka
Adalah metode pengumpulan data pada obyek dengan cara mencari jawaban yang tidak kita ketahui melalui buku-buku tentang perbaikan dan perawatan Rem Cakram Kijang Avansa Toyota.

H.    Pembatasan Masalah
Dalam pembahasan dari laporan ini sesuai dengan apa yang penulis laksanakan selama Praktik Kerja Industri, maka dalam penyusunan laporan ini penulis mengambil pokok bahasan pad pada permasalahan “Rem Cakram Kijang Avansa Toyota”.



BAB II
DESKRIPSI LOKASI PRAKERIN

A.     Sejarah Singkat Tempat Praktik Kerja Industri
PT. Bengawan Abadi Motor dibangun pada tanggal 18 Februari 1994. Pada saat itu bengkelnya khusus bongkar pasang dan menambal ban. Setelah perjalanan yang panjang, lama-lama usaha bengkel tersebut berkembang cepat.
Setelah hampir 1 ½ tahun bengkel menambah karyawan, sehingga karyawannya menjadi lebih banyak. Bengkel tersebut hanya melayani mobil-mobil kecil tapi sekarang mobil berat juga bisa ditangani.
Pada saat itu penghasilannya sangat kecil dan hanya cukup untuk makan dan membayar 1 karyawan saja. Saat tahun 2008 usaha bengkelnya bertambah menjadi pembuatan seng siap pakai. Disamping itu bengkel tersebut banyak pengunjugn dan ramai karena tidak mematok harga yang mahal.


B.    Struktur Organisasi
Struktur Organisasi PT. Bengawan Abadi Motor


 
























Gambar 2.1. Struktur Organisasi


C.    Denah Lokasi Prakerin







Text Box: POM



Text Box: Peternakan


 











Gambar 2.2. Denah Lokasi Prakerin

D.    Ruang Lingkup Usaha
Di PT. Bengawan Abadi Motor melayani antara lain :
1.      Servis.
2.      Ganti Oli
3.      Tune Up
4.      Over Houl
5.      Menambal ban
6.      Sparepart
7.      Stooring/Stouring


E.     Disiplin Kerja
1.      Masuk / mulai Prakerin pukul 08.00 WIB
2.      Istirahat pukul 11.30-13.00 WIB.
3.      Pulang praktik pukul 16.30 WIB.
4.      Wajib memakai wearpack yang ditentukan dari bengkel pada waktu kerja dan bagi anak Prakerin tidak memakai  wearpack dari bengkel tidak masalah. Tetapi tetap harus memakai wearpack.
5.      Dilarang memakai fasilitas bengkel tanpa seizin pemilik, atau bila pinjam kunci berupa apapun harus seizin yang punya atau yang bersangkutan.
6.      Dilarang bermain pada waktu kerja.
7.      Apabila ingin meninggalkan tempat Prakerin harus minta izin pemilik bengkel / pembimbing.







BAB III
KAJIAN TEORI

A.     Uraian
Fungsi suspensi adalah untuk menyerap getaran, osilasi dan kejutan dari permukaan jalan, menopang body pada axle dan memelihara letak geometris antara body dan roda-roda.
Suspensi terdiri dari beberapa komponen yang diantaranya :
1.      Strut Bar
2.      Lateral Kontrol Road
3.      Bumper
4.      Suspensi Arm

B.    Pokok Permasalahan
Penyetelan pada suspensi merupakan salah satu pokok terpenting dalam kenyamanan pengendara dan untuk menjaga body kendaraan supaya tidak cepat rusak.
Suspensi yang terlalu keras akan membuat pengendara tidak nyaman, dan apabila suspensi terlalu empuk akan membuat body dan ban cepat rusak.
Permasalahan yang bisa terjadi pada sistem suspensi adalah suspensi bunyi, retak atau patah. Jadi bila terjadi hal seperti di atas usahakan suspensi segera diganti.



BAB IV
URAIAN HASIL PRAKERIN


A.     Identifikasi Kerusakan
Salah satu masalah pada suspensi Mobil Toyota  Avansa adalah saat shock absorber kurang baik posisinya, perlu adanya perbaikan yang sangat mendetail, selain sebab shocker yang diperiksa ada juga pegas-pegas yang perlu diperiksa.

B.    Alat dan Bahan
1.      Alat

a.      Kunci 12
b.      Kunci 14
c.      Kunci 17
d.      Kunci 19
e.      Kunci 22


2.      Bahan
Satu Unit Suspensi Belakang.

C.    Cara Perbaikan
1.      Shock Absorber
Apabila salah satu shock absorber patah segera lakukan pergantian.
2.      Shock Down
Apabila salah satu pegas daun rusak, retak atau patah cara perbaikan satu-satunya adalah dengan diganti.


D.    Cara Pemeriksaan
1.      Cara pemeriksaan peredam kejut.
Yaitu dengan cara menekan peredam kejut tersebut, bila terjadi daya balik yang lembut, berarti peredam masih dalam keadaan baik.
2.      Memeriksa Isolator
Yaitu dengan cara memeriksa bagian dari isolator dan susunannya dari adanya keretakan atau patah, kerusakan berkelupas, aus dan sebagainya.

E.     Cara Perawatan
1.      Perawatan yang dapat dilakukan jika ada salah satu suspensi patah maka segera ganti suspensi tersebut.
2.      Sebelum melakukan perjalanan jauh periksalah suspensi dengan teliti agar nyaman dalam perjalanan.


BAB V
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Laporan ini dapat disusun sebagai bukti tertulis dari hasil tugas akhir yang telah kami kerjakan dengan dilaksanakannya project work ini, kami harapkan dapat memberikan pendidikan dan pelatihan yang menambah pengetahuan atau ilmu dan keterampilan serta dapat meningkatkan kualitas kelulusan yang berkompetensi tinggi.

B.    Saran
1.      Untuk Sekolah
a.      Tingkatkan pengajaran dan bimbingan dalam praktik.
b.      Sarana dan prasarana harap dilengkapi.
c.      Harap diperbanyak  jam praktiknya.
2.      Untuk Siswa
a.      Belajarlah dengan giat khususnya dalam bidang otomotif.
b.      Patuhi dan taati peraturan yang sudah ditentukan oleh sekolah.
c.      Utamakan keselamatan kerja.
d.      Pakailah peralatan sesuai dengan fungsinya.


DAFTAR PUSTAKA

Daryanto, 2002. Teknik Merawat Auto Mobil Lengkap. Bandung. Yiama Wijaya.








LAMPIRAN

TUGAS BIOTEKNOLOGI


Pengertian Bioteknologi

Bioteknologi adalah suatu teknik modern untuk mengubah bahan mentah melalui transformasi biologi sehingga menjadi produk yang berguna.  Supriatna (1992 ) memberi batasan tentang arti bioteknologi secara lebih lengkap, yakni: pemanfaatan prinsip–prinsip ilmiah dan kerekayasaan terhadap organisme, sistem atau proses biologis untuk menghasilkan dan atau meningkatkan potensi organisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan hidup manusia.

Ciri utama bioteknologi:
1.               Adanya Ben biologi berupa mikroorganisme, tumbuhan atau hewan
2.              Adanya pendayagunsan secara teknologi dan industri
3.              Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian

CONTOH-CONTOH PENERAPAN ILMU BIOTEKNOLOGI
1. Antibodi Monoklonal
adalah antibodi sejenis yang diproduksi oleh sel plasma klon sel-sel b sejenis. Antibodi ini dibuat oleh sel-sel hibridoma (hasil fusi 2 sel berbeda; penghasil sel b Limpa dan sel mieloma) yang dikultur.
Bertindak sebagai antigen yang akan menghasilkan anti bodi adalah limpa. Fungsi antara lain diagnosis penyakit dan kehamilan
2.Terapi Gen
adalah pengobatan penyakit atau kelainan genetik dengan menyisipkan gen normal
3. Antibiotik
Dipelopori oleh Alexander Fleming dengan penemuan penisilin dari Penicillium notatum.
- Penicillium chrysogenum Þ memperbaiki penisilin yang sudah ada.
.......................................Dilakukan dengan mutasi secara .......................................iradiasi ultra violet dan sinar X.
- Cephalospurium ..................Þ penisilin N.
- Cephalosporium ..................
Þ sefalospurin C.
- Streptomyces .....................Þ
streptomisin, untuk pengobatan TBC
4. Interferon
Adalah antibodi terhadap virus. Secara alami hanya dibuat oleh tubuh manusia. Proses pembentukan di dalam, tubuh memerlukan waktu cukup lama (dibanding kecepatan replikasi virus), karena itu dilakukan rekayasa genetika.
5. Vaksin
Contoh: Vaksin Hepatitis B dan malaria.
Secara konvensional pelemahan kuman dilakukan dengan pemanasan atau pemberian bahan kimia.
Dengan bioteknologi dilakukan fusi atau transplantasi gen.




JENIS – JENIS BIOTEKNOLOGI

Bioteknologi dapat digolongkan menjadi bioteknologi konvensional/tradisional dan modern.
1.                     Bioteknologi Konvensional
Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk memproduksi alkohol, asam asetat, gula, atau bahan makanan, seperti tempe, tape, oncom, dan kecap. Mikroorganism dapat mengubah bahan pangan. proses yang dibantu mikroorganisme, misalnya dengan fermentasi, hasilnya antara lain tempe, tape, kecap, dan sebagainya termasuk keju dan yoghurt. proses tersebut dianggap sebagai bioteknologi masalalu. ciri khas yang tampak pada bioteknologi konvensional, yaitu adanya penggunaan makhluk hidup secara langsung dan belum tahu adanya penggunaan enzim.
a.                    Pengolahan Bahan Makanan
·                    Pengolahan produk susu
Susu dapat diolah menjadi bentuk-bentuk baru, seperti yoghurt, keju, dan mentega.
-                      Yoghurt
Untuk membuat yoghurt, susu dipasteurisasi terlebih dahulu, selanjutnya sebagian besar lemak dibuang. mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan yoghurt, yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. kedua bakteri tersebut ditambahkan pada susu dengan jumlah yang seimbang, selanjutnya disimpan kurang lebih 5 jam pada temperatur 45 C. selama penyimpanan tersebut pH akan turun menjadi 4,0 sebagai akibat dari kegiatan bakteri asam laktat. selanjutnya susu didinginkan dan dapat diberi cita rasa.
-                      Keju
Dalam pembuatan keju digunakan bakteri asam laktat, yaitu Lactobacillus dan Streptococcus. Bakteri tersebut berfungsi mempermentesikan laktosa dalam susu menjadi asam laktat. Proses pembuatan keju diawali dengan pemanasan susu dengan suhu 90C atau dipasteurisasi, kemudian didinginkan sampai 30C. Selanjutnya bakteri asam laktat dicampurkan. akibat dari kegiatan bakteri tersebuh pH menurun dan susu terpisah menjadi whey dan dadih padat, kemudian ditambahkan enzim renin dari lambung sapi muda untuk mengumpulkan dadih. enzim renin dewasa ini telah digantikan dengan enzim buatan, yaitu klimosin.Dadih yang terbentuk selanjutnya dipanaskan pada temperatur 32C-420C dan ditambah garam, kemudian ditekan untuk membuang air dan disimpan agar matang. adapun whey yang terbentuk diperas lalu digunakan untuk makanan sapi.
-                      Mentega
Pembuatan mentega menggunakan mikroorganisme Streptococcus lactis dan Lectonostoceremoris. bakteri-bakteri tersebut membentuk proses pengasaman. selanjutnya, susu diberi cita rasa tertentu dan lemak mentega dipisahkan. kemudian lemak mentega diaduk untuk menghasilkan mentega yang siap dimakan.
             Produk makanan nonsusu
-               Kecap
Dalam pembuatan kecap, jamur, Aspregillus oryzae dibiakan pada kulit gandum terlebih dahulu. jamur Aspregillus oryzae bersama-sama dengan bakteri asam laktat yang tumbuh pada kedelai yang telah dimasak menghancurkan campuran gandum. setelah proses permantasi karbohidrat berlangsung cukup lama akhirnya akan dihasilkan produk kecap.
-                      Tempe
Tempe kadang-kadang dianggap sebagai bahan makanan masyarakat golongan menengah kebawah sehingga masyarakat merasa gengsi memasukan tempe sebagai salah satu menu makanannya. akan tetapi, setelah diketahui manfaatnya bagi kesehatan, tempe mulai banyak dicari dan digemari masyarakat dalam maupaun luar negri. jenis tempe sebenarnya sangat beragam, tergantung pada bahan dasarnya, namun yang paling luas penyebarannya adalah tempe kedelai.
Untuk membuat tempe, selain diperlukan bahan dasar kedelai juga diperlukan ragi. Ragi merupakan kumpuan spora mikroorganisme, dalam hal ini kapang. dalam proses pembuatan tempe paling sedikit diperlukan 4 jenis kapang dari genus Rhyzopus,yaitu Rhyzopus oligosporus, Rhyzopus sotolonifer, Rhyzopus arrhizus, dan Rhyzopus oryzae. Miselium dari kapang tersebut akan mengikat keping-keping baji kedelai mempermentasikan menjadi produk tempe. proses permentasi tersebut menyebabkan terjadinya perubahan kimia pada protein, lemak, dan karbohidrat. perubahan tersebut meningkatkan kadar protein tempe sampai sembilan kali lipat.
-                      Tape
Tape dibuat dari bahan dasar ketela pohon dengan menggunakan sel-sel ragi. ragi menghasilkan enzim yang dapat mengubah zat tepung menjadi produk yang berupa gula dan alkohol. masyarakat kita membuat tape tersebut berdasarkan pengalaman.

2.                    Bioteknologi Modern
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para ahlitelah mulai lagi mengembangkan bioteknologi dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ilmiah melalui penelitian. dalam bioteknologi modern orang berupaya dapat menghasilkan produk secara efektif dan efisien.
Dengan adanya berbagai penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka bioteknologimungkin besar manfaatnya untuk masa-masa yang akan datang. beberapa penerapan bioteknologi modern sebagai berikut:
a.                    Rekayasa genetika
Rekayasa genetika merupakan suatu cara memanipulasikan gen untuk menghasilkan makhluk hidup baru dengan sipat yang diinginkan, rekayasa genetika disebut juga pencangkokoan gen atau rekombinasi DNA. Dalam rekayasa genetika digunakan DNA untuk menggabungkan sifat makhluk hidup. Hal itu karena DNA dari setiap makhluk hidup mempunyai struktur yang sama, sehingga dapat direkomendasikan. selanjutnya DNA tersebut akan mengatur sifat-sifat makhluk hidup secara turun temurun. Bioteknologi, terutama rekayasa genetika pada awalnya diharapkan dapat menjelaskan berbagai macam persoalan dunia seperti, polusi, penyakit, pertanian, dan sebagainya.

PERANAN BIOTEKNOLOGI
Berikut ini beberapa implikasi bioteknologi bagi perkembangan sains dan teknologi serta perubahan lingkungan masyarakat.
a.             Bioteknologi dikembangkan melalui pendekatan multidisipliner dalam wacana molekuler. Ilmu-ilmu dasar merupakan tonggak utama pengembangan bioteknologi maupun industri bioteknologi
b.             Bioteknologi dengan pemanfaatan teknologi rekayasa genetik memberikan dimensi baru untuk menghasilkan produk yang tidak terbatas.
c.             Bioteknologi pengelolahan limbah menghasilkan produk biogas, kompos, dan lumpur aktif.
d.             Bioteknologi di bidang kedokteran dapat menghasilkan obat-obatan, antar lain vaksin , antibiotik, antibodi monoklat, dan intrferon


PERKEMBANGAN BIOTEKNOLOGI

perkembangan bioteknologi, yaitu sebagai Berikut :
1.                     Periode bioteknologi tradisional ( sebelum abad ke-15 M )
Dalam periode ini  telah ada teknologi pembuatan minuman bir dan anggur menggunakan ragi (6000 SM), mengembangkan roti dengan ragi (4000 SM), dan pemanfaatan ganggang sebagai sumber makanan yang dilakukan oleh bangsa aztek (1500 SM ).

2.                   Periode bioteknologi ilmiah ( abad ke-15 sampai ke-20 M)
Periode ini ditandai dengan adanya beberapa peristiwa berikut ini :
Tahun 1670 :             usaha penambangan biji tembaga dengan bantuan mikrob di Rio Tinto, Spanyol.
Tahun 1686 :             Penemuan mikrosop oleh Antony van Leeuwenhoek yang juga menjadi manusia pertama yang dapat melihat mikrob.
Tahun 1870 :             Louis pasteur menemukan adanya mikrob dalam makanan dan minuman.
Tahun 1890 :             alkohol dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar motor.
Tahun 1897 :             penemuan enzim dari ekstrak ragi yang dapat mengubah gula menjadi alkohol oleh Eduard Buchner.
Tahun 1912 :              pengelolahan limbah dengan menggunakan mikrob.
Tahun 1915 :              produksi aseton, butanol, dan gliserol dengan menggunakan bakteri.
Tahun 1928 :             penemuan zat antibiotik penisilin oleh Alexander Fleming
Tahun 1994 :             Produksi besar-besaran penisilin
Tahun.1953 :             penemuan struktur asam deoksiribo nukleat ( ADN ) oleh Crick dan Watson .


3.                   Periode bioteknologi modern ( abad ke-20 M sampai sekarang)
Periode ini diawali dengan penemuan teknik rekayasa genetik pada tahun 1970-an. Era rekayasa genetik dimulai dengan penemuan enzim endonuklease restiksi oleh Dussoix dan Boyer. Dengan adanya enzim tersebut memungkinkan kita dapat memotong ADN pada posisi tertentu, mengisolasi gen dari kromosom suatu organisme, dan menyisipkan potongan ADN lain ( dikenal dengan teknik ADN rekombinan). Setelah penemuan enzim endonuklease restriksi, dilanjutkan dengan program bahan bakar alkohol dari brazil, teknologi hibridoma yang menghasilkan antibodi monoklonal (1976), diberikannya izin untuk memasarkan produk jamur yang dapat dikonsumsi manusia kepada Rank Hovis Mc. Dougall (1980). Peran teknologi rekayasa genetik pada era ini semakin terasa dengan diizinkannya penggunaan insulin hasil percobaan rekayasa genetik untuk pengobatan penyakit diabetes di Amerika Serikat pada tahun 1982. insulin buatan tersebut diproduksi oleh perusahaan Eli Lilly dan Company. Hingga saat ini, penelitian dan penemuan yang berhubungan dengan rekayasa genetik terus dilakukan. Misalnya dihasilkan organisme transgenik penelitian genom makhluk hidup.

DAMPAK BIOTEKNOLOGI

1.                     Dampak Negatif Bioteknologi
Bioteknologi, seprti juga lain, mengandung resiko akan dampak negatif. Timbulnya dampak yang merugikan terhadap keanekaragaman hayati disebabkan oleh potensi terjadinya aliran gen ketanaman sekarabat atau kerabat dekat. Di bidang kesehatan manusia terdapat kemungkinan produk gen asaing, seperti, gen cry dari bacillus thuringiensis maupun bacillus sphaeericus, dapat menimbulkan reaksi alergi pada tubuh mausia, perlu di cermati pula bahwa insersi ( penyisipan ) gen asibg ke genom inag dapat menimbulkan interaksi anatar gen asing dan inang produk bahan pertanian dan kimia yang menggunakan bioteknologi.
Dampak lain yang dapat ditimbulkan oleh bioteknologi adalah persaingan internasional dalam perdagangan dan pemasaran produk bioteknologi. Persaingan tersebut dapat menimbulkan ketidakadilan bagi negara berkembang karena belum memiliki teknologi yang maju.

2.                    Dampak Positif Bioteknologi
Keanekaragaman hayati merupakan modal utama sumber gen untuk keperluan rekayasa genetik dalam perkembangan dan perkembangan industri bioteknologi. Baik donor maupun penerima (resipien) gen dapat terdiri atas virus, bakteri, jamur, lumut, tumbuhan, hewan, juga manusia. Pemilihan donor / resipien gen bergantung pada jenis produk yang dikehendaki dan nilai ekonomis suatu produk yang dapat dikembangkan menjadi komoditis bisnis.

CONTOH BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL

Proses Pembuatan Tempe

Terdapat berbagai metode pembuatan tempe. Namun, teknik pembuatan tempe di Indonesia secara umum terdiri dari tahapan perebusan, pengupasan, perendaman dan pengasaman, pencucian, inokulasi dengan ragi, pembungkusan, dan fermentasi.
Pada tahap awal pembuatan tempe, biji kedelai direbus. Tahap perebusan ini berfungsi sebagai proses hidrasi, yaitu agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin. Perebusan juga dimaksudkan untuk melunakkan biji kedelai supaya nantinya dapat menyerap asam pada tahap perendaman.
Kulit biji kedelai dikupas pada tahap pengupasan agar miselium fungi dapat menembus biji kedelai selama proses fermentasi. Pengupasan dapat dilakukan dengan tangan, diinjak-injak dengan kaki, atau dengan alat pengupas kulit biji.
Setelah dikupas, biji kedelai direndam. Tujuan tahap perendaman ialah untuk hidrasi biji kedelai dan membiarkan terjadinya fermentasi asam laktat secara alami agar diperoleh keasaman yang dibutuhkan untuk pertumbuhan fungi. Fermentasi asam laktat terjadi dicirikan oleh munculnya bau asam dan buih pada air rendaman akibat pertumbuhan bakteri lactobacillus. Bila pertumbuhan bakteri asam laktat tidak optimum (misalnya di negara-negara subtropis, asam perlu ditambahkan pada air rendaman. Fermentasi asam laktat dan pengasaman ini ternyata juga bermanfaat meningkatkan nilai gizi dan menghilangkan bakteri-bakteri beracun.
Proses pencucian akhir dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin dibentuk oleh bakteri asam laktat dan agar biji kedelai tidak terlalu asam. Bakteri dan kotorannya dapat menghambat pertumbuhan fungi.
Inokulasi dilakukan dengan penambahan inokulum, yaitu ragi tempe atau laru. Inokulum dapat berupa kapang yang tumbuh dan dikeringkan pada daun waru atau daun jati(disebut usar; digunakan secara tradisional), spora kapang tempe dalam medium tepung (terigu, beras, atau tapioka; banyak dijual di pasaran), ataupun kultur R. oligosporus murni (umum digunakan oleh pembuat tempe di luar Indonesia). Inokulasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu (1) penebaran inokulum pada permukaan kacang kedelai yang sudah dingin dan dikeringkan, lalu dicampur merata sebelum pembungkusan; atau (2) inokulum dapat dicampurkan langsung pada saat perendaman, dibiarkan beberapa lama, lalu dikeringkan.
Setelah diinokulasi, biji-biji kedelai dibungkus atau ditempatkan dalam wadah untuk fermentasi. Berbagai bahan pembungkus atau wadah dapat digunakan (misalnya daun pisang, daun waru, daun jati, plastik, gelas, kayu, dan baja), asalkan memungkinkan masuknya udara karena kapang tempe membutuhkan oksigen untuk tumbuh. Bahan pembungkus dari daun atau plastik biasanya diberi lubang-lubang dengan cara ditusuk-tusuk.
Biji-biji kedelai yang sudah dibungkus dibiarkan untuk mengalami proses fermentasi. Pada proses ini kapang tumbuh pada permukaan dan menembus biji-biji kedelai, menyatukannya menjadi tempe. Fermentasi dapat dilakukan pada suhu 20°C–37°C selama 18–36 jam. Waktu fermentasi yang lebih singkat biasanya untuk tempe yang menggunakan banyak inokulum dan suhu yang lebih tinggi, sementara proses tradisional menggunakan laru dari daun biasanya membutuhkan waktu fermentasi sampai 36 jam.
CARA PEMBUATAN ONCOM

Untuk membuat oncom, sebenarnya tidak terlalu sulit. Bahannya, yaitu :
  • kacang tanah
  • ragi oncom
  • bambu
Kacang tanah adalah bahan baku utama produksi oncom. Bambu sebagai bahan sasag atau dasar/alas tempat meletakkan oncom, sedangkan minyak tanah/kayu bakar untuk proses penanakannya.

Proses pembuatan oncom pasireungit :
  • Kacang tanah yang telah dibersihkan sebersih mungkin dimasukkan ke kampa, sejenis mesin penggilingan kacang tanah.
  • Setelah itu, wujudnya menjadi bungkil mentah. Bungkil mentah tersebut lalu dicetak dengan mesin pres.
  • Kadar minyaknya dipisahkan dan menjadi bungkil pres. Bungkil pres berbentuk lempengan bulat seperti lingkaran CD. Beratnya lebih kurang 1 kg per lempeng.
  • Bungkil pres ini selanjutnya direndam dengan air yang sudah dimasak. Setelah 7 jam proses perendaman, bungkil pres yang sudah berubah jadi serbuk oncom tersebut dimasukkan ke dalam carangka.
  • Serbuk oncom itu pada sekira pukul 1.00 dini hari dikukus hingga masak, setelah itu dicetak berbentuk empat persegi panjang. Selama 12 jam potongan-potongan oncom tersebut ditutup atau diselimuti dengan karung setelah sebelumnya ditaburi ragi oncom secukupnya agar nantinya timbul jamur-jamur oncom. Setelah berjamur, potongan-potongan oncom diberi sasag yang terbuat dari bambu. Baru selanjutnya oncom siap dipasarkan.